Waktu menunjukan pukul 05.30. Saatnya aku bersiap - siap untuk berangkat sekolah. Kuraih handuk dan berjalan ke kamar mandi. Di saat aku jalan menuju kamar mandi, kepalaku kambuh lagi, tapi ku biarkan sakit itu melandaku. Setelah mandi dan berganti pakaian, kepalaku semakin sakit, akhirnya aku beranikan diri untuk bertanya pada ibu.
"Bu, ??" Kataku
"Hemmmp??" Jawab ibu dengan sibuk menggoreng nasinya.
"Kepalaku kok sering sakit, kenapa ya bu??" Tanyaku.
"Kamu kan punya penyakit darah rendah, mungkin itu yang menyebabkan kepalamu sering sakit.!"
"Masak sih bu? kayaknya gak mungkin!"
Kemudian ibu menoleh ke arahku, dan ibu kaget melihat wajah anaknya yang pucat dan tidak seperti biasanya. Ibu panik
"Kamu sakit? gak usah sekolah ya!" kata ibu sambil menyentuh kepalaku.
"Kata ibu ini darah rendah aja! aku sekolah aja ya??"
"Ini bukan darah rendah, udah gak usah sekolah!"
"Ibu gak usah mencemaskanku, aku baik - baik saja, aku berangkat bu.."
"Ya udah terserah, jaga diri baik - baik"
Sesampai di sekolah aku menuju bangkuku dan meletakkan kepalaku di meja. Terdengar suara hentakan kaki menuju ke arahku.
"Re.. "
Aku bangun dan melihat siapa yang membangunkanku. Dan ternyata seseoarng yang tidak jelas, siapa lagi kalau bukan Alfan. Tak kuhiraukan dia dan kembali ku letakkan kepalaku, aku malas melihat wajahnya.
"Re.. Rere..!!" Teriak Alfan di telingaku
"Apa sih ? gak usah teriak teriak aku nggak budek!!" Jawabku judes
"Aku cuma mau duduk di depan kamu." Jawab Alfan sambil membalikan kursi dan menghadap ke arahku.
"Duduk tinggal duduk, ngapain repot, terus kenapa bangkumu kamu balek ke arahku?"
"Aku hanya ingin melihat wajahmu".
Aku menarik nafas panjang sambil meletakkan kembali kepalaku.
"Re.., jangan tidur dong. ini kan masih pagi"
"Apa siih? ganggu aja!terserah aku dong mau tidur atau nggak"
"Jangan marah dong...eeemmmmm... sebentar ada yang aneh dari wajah kamu"
"Apa???"
"Kamu sakit ya? wajah kamu kok pucat"
"Apa pedulimu?"
Bel masuk berbunyi, Ayu masuk dengan tergesa - gesa dan duduk di sebelahku. Sementara Alfan menghadapkan kursinya ke depan. Guru piket masuk ke dalam kelas, dan memberi tahu jika guru pengajar tidak masuk. Hal tersebut kembali aku manfaatkan, kali ini aku manfatkan untuk tidur. Melihatku tidur, sepertinya Alfan tidak ingin menggangguku seperti tadi pagi. Dia malah keluar dan bertengger di depan kelas.
Suara berisik anak anak mengganggu mataku untuk terpejam. Aku memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dan mencuci muka. Namun kaki serasa tidak ingin melangkah.
"Rere..., mau kemana kamu?" Goda Alfan
Aku tak menghiraukannya dan terus berjalan.
"Rere... Tuli ya?" teriak Alfan.
Ku hentikan langkahku dan menoleh ke arahnya " Hei Alfan, Apa sih mau kamu? kerjaannya mengganggu orang saja!"
"Terserah aku dong"
"terserah"
kubalikkan badanku lagi dan berjalan lagi menuju kamar mandi, tapi baru sampai setengah jalan kepalaku sakit, kali ini sangat sakit,Tiba - tiba saja pandanganku menjadi kabur dan selanjutnya aku tidak tau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar